Selasa, 23 April 2013

MENGENAL PEMBINAAN SSB ERKATUDE



Penyelenggaraan pelatihan olahraga sepak bola oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) Erkatude dimulai dari usia dini, junior, dan senior atau 6-18 tahun. Pembelajaran terhadap siswa mulai dari latihan dasar, pembentukan fisik, teknik pengolahan bola, taktik, ketarampilan individu, kerjasama tim, teknik pernafasan sampai kepada kecepatan saat menggiring bola.


Sebagai wadah pembinaan pemain, SSB Erkatude punya peran dan tanggung jawab besar dalam mengembangkan potensi dan prestasi sepakbola di kota Pontianak untuk masa-masa mendatang. Disinilah bibit-bibit pemain sepakbola yang memiliki potensi bagus banyak ditemukan. Pembinaan sejak usia dini menentukan masa depan prestasi pesepakbola.

Dalam pembinaan tersebut, peran pelatih sangat diperlukan untuk proses pelatihan dan sekaligus sebagai faktor pendorong dalam pengembangan minat dan bakat siswa. memacu siswa-siswa binaan untuk berlatih lebih giat dan mengembangkan kemampuan.

Namun, hal lain yang tidak kalah penting adalah sarana dan prasarana yang bagus agar pembinaan berjalan lancar dan memiliki program latihan yang baik. Sarana lapangan yang bagus, kelengakapan peralatan pendukung, serta ketersediaan bola dan kostum latihan dalam jumlah yang memadai juga begitu penting, ini dimaksudkan agar selama siswa dalam sesi latihan menemukan kenyamanan dalam berlatih.

Mengacu Pada Metode Long Term Athlete Development (LTAD) – lihat juga LTAD, atau pengembangan atlet jangka panjang, SSB Erkatude melaksanakan program latihan yang terukur, misalnya untuk anak U10 program latihan identik dengan fun game, akan tetapi siswa juga diwajibkan minimal menguasai beberapa dasar bermain sepak bola.
Untuk tahap selanjutnya, masuk pada level U15 memasuki technical fase, siswa sudah mulai diajarkan dan sudah dihadapkan pada situation game atau pertandingan yang sesungguhnya. Tahapan ini sangat mendorong siswa mengenal sebuah kompetisi atau pertandingan serta pembentukan mental untuk meraih sebuah prestasi. Untuk menyiasati program ini siswa harus sering dihadapkan pada sebuah pertandingan atau kompetisi.

Pada level U18 atau tactical fase, siswa lebih banyak ditekankan pada usaha pengembangan kemampuan berpikir, kreativitas, improvisasi, untuk mengatasi masalah dalam suatu pertandingan secara efektif guna memperoleh hasil yang maksimal. Pada tahap ini pula siswa dapat menguasai lebih dari sekedar mengenal berbagai formasi dalam pertandingan. Penggunaan taktik dan pemecahan masalah dalam suatu pertandingan merupakan kunci dalam permainan. 

Dengan demikian, pembinaan dan pelatihan sepakbola yang berjenjang dan dimulai dari usia dini merupakan faktor penting dan sangat menentukan bagi perkembangan sepakbola di kota Pontianak. Masih segara dalam ingatan, ketika SSB Erkatude pertama kali dibentuk pada tahun 2003 lalu, materi pengajaran dan copy-an vcd yang diberikan kepada siswa adalah materi pelatihan dan pembinaan anak usia dini yang diperagakan oleh anak-anak Jepang. Saat ini pun jepang sudah dapat dijadikan contoh nyata bagaimana keberhasilan sepak bola Jepang. Selama dua puluh tahun terakhir Jepang memperlihatkan keseriusan mereka untuk membangun struktur pendidikan sepak bola dimulai dari usia dini, tentu hasilnya pun kita tahu sama tahu.



0 komentar:

Poskan Komentar